BqjUHJ4RdlyfGfrxz4CNrTLTJkQdMUdaOtzrTaNW

Rumah Gadang - Rumah Adat Provinsi Sumatera Barat


Parawisata - Rumah adat Provinsi Sumatera Barat adalah Rumah Gadang (Rumah Besar), atau kadang-kadang disebut juga dengan rumah Bagonjong. Besar bukan hanya dalam pengertian fisik, melainkan dalam pengertian fungsi dan peranannya yang berkaitan dengan adat. Rumah Gadang ini memiliki kekhasan dan keunikan tersendiriseperti kebanyakan rumah adat di Indonesia. Provinsi ini dikenal dengan kebudayaan Minang yang unik. Kultur matrilineal yang mereka anut adalah kaum perempuan dalam masyarakat dianggap sangat penting.




Struktur Rumah Gadang

Rumah Gadang memiliki tiang yang tegak lurus atau horizontal tapi puya kemiringan. Konon penyebabnya adalah masayarakat di sana banyak yang dating dari laut sehingga mereka hanya tahu cara membuat kapal, namun tidak tahu cara membuat rumah.

A.    Atap Gonjong

Sama seperti rumah adat lainnya di Indonesia, Rumah Gadang ini memiliki keunikan dalam bentuk arsitekturnya. Pada bagian atap dibuat menyerupai tanduk kerbau dari bahan ijuk. Mereka menyebutnya sebagai Atap Gonjong atau Bagonjong. Di atap tersebut terdapat garis jurai, baik itu jurai dalam maupun jurai luar. Khusus untuk atap Gonjong sering disebut dengan garis alua jo patuik atau jika di tejemahkan adalah garis yang dalam pembuatannya secara diulur atau dikira-kira dan ditatap.

Jika diperhatikan, di bagian puncak Rumah Gadang ini terdapat garis lengkung meninggi di bagian tengah. Lalu, garis lerengnya melengkung dan mengembang ke bawah dengan bentuk segitiga. Ada beberapa pendapat mengenai apa yang masyarakat Minangkabau ingin sampaikanlah melalui Atap Gonjong ini, antara lain :
  • Atap Gonjong menyimbolkan kapal sebagai pengingat untuk mengenang asal usul nenek moyang orang Minangkabau yang dianggap berasal dari rombongan Iskandar Zulkarnaen yang berlayar dengan kapal dari daerah asalnya yang kemudian terdampar di dataran Minangkabau sekarang.
  • Atap Rumah Gonjong merupakan suatu simbol dari betuk tanduk kerbau, karena kerbau merupakan hewan yang dianggap sangat erat kaitannya dengan penamaan daerah Minangkabau.
  • Atap Rumah Gonjong adalah salah satu simbol dari pucuk rebung (bakal bambu). Bambu dianggap sebagai tumbuhan yang sangat penting dalam kontruksi tradisional karena bagi masyarakat Minangkabau rebung merupakan bahan makanan adat. Olahan rebung merupakan hidangan yang selalu ada di saat upacara-upacara adat.
  • Atap Gonjong merupakan rekaman terhadap alam Minangkabau yang berbukit dan terdiri atas punggungan-punggungan dan landaian-landaian.

Baca Juga : Rumah Adat Nusantara




Fungsi Rumah Gadang

Adapun beberapa fungsi yang di miliki oleh Rumah Gadang, yaitu :
  • Fungsi Rumah Gadang digunakan sebagai tempat tinggal dan tempat acara-acara adat Minangkabau.
  • Ukuran ruangnya bergantung dari banyaknya penghuni yang menempati rumah. Namun, jumlah ruangannya ganjil, seperti lima ruang, tujuh, Sembilan atau lebih.
  • Menjadi tempat tinggal, Rumah Gadang memiliki beberapa bilik-bilik di bagian belakang yang di diami oleh wanita yang sudah berkeluarga, ibu-ibu, nenek-nenek dan anak-anak.
  • Sebagai tempat melaksanakan adat istiadat, seperti menetapkan adat atau tempat melaksanakan acara seremonial seperti kematian, kelahiran, perkawinan, mengadakan acara kebesaran at, tempat mufakat dan lain-lain.

B.    Bangunan Rangkiang

Di halaman depan Rumah Gadang biasanya terdapat dua buah bangunan rangkiang yang digunakan untuk menyimpan padi. Nama lainnya Lumbuang atau Kapuak.

Rumah Gadang disebut juga sebagai Rumah Baanjuang sebab di sayap bangunan sebelah kanan dan kirinya terdapat ruang anjuang (anjung). Kamar atau ruangan ini biasa digunakan oleh masyarakat setempat sebagai tempat pengantin bersanding atau tempat penobatan kepala adat.

Salah satu suku bangsa yang menganut falsafah alam, struktur garis dan bentuk rumah adatnya kelihatan serasi dengan bentuk alam Bukit Barisan.

Perbandingan ruang tempat tidur dengan ruang umum adalah sepertiga untuk tempat tidur dan dua pertiga untuk kepentingan umum. Pemberian ini memberi makna bahwa kepentingan umum lebih diutamakan dari pada kepentingan pribadi.

Baca Juga : Daftar Tempat Wisata Di Bukittinggi Sumatra Barat Terpopuler
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Saran dan Kritik

Nama

Email *

Pesan *