BqjUHJ4RdlyfGfrxz4CNrTLTJkQdMUdaOtzrTaNW

Keajaiban dan Pesona Wisata di Dieng Wonosobo


Parawisata Wisata Dieng Wonosobo identik dengan berkunjung ke dataran tinggi yang mempunyai ketinggian 2093 di atas permukaan laut. Wisata di Dieng berada diantara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Dataran tinggi Dieng begitu populer sebagai lokasi di mana Kuil Hindu tertua di Jawa ditemukan. Dieng diambil dari kata Di-Hyang yang artinya di atas para Dewa. Apa saja keajaiban yang disuguhkan wisata Dieng kepada para wisatawan yang berkunjung?



1. Wisata Candi di Dieng

Disebutkan jika dahulunya ditemukan lebih dari 400 candi yang didirikan mulai tahun 800an hingga tahun 900an. Hanya saja saat ini cuma ada 8 candi yang masih berdiri. Satu area dengan kedelapan candi tersebut yaitu kompleks Arjuna yang meliputi candi Siwa, dinamakan sesuai dengan tokoh dalam cerita wayang kisah Mahabharata. Nama-nama yang digunakan adalah candi Arjuna, candi Puntadewa, candi Srikandi, candi Sembrada dan candi Semar. Candi-candi tersebut disambungkan dengan jalan setapak yang terangkat. Sebagian besar tanah tersebut digenangi air, namun wisatawan masih bisa menyaksikan sisa-sisa terowongan bawah tanah kuno. Berada lebih jauh ke selatan yaitu Candi Gatutkaca, Candi Bima, dan Candi Dwarawati.

2. Wisata Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dieng

Kedua telaga atau danau tersebut berada tak jauh satu sama lain, cuma dipisahkan dengan dataran yang membentang. Kedua telaga merupakan wisata Dieng Plateau berikutnya yang harus dikunjungi oleh siapa pun yang datang ke Dieng. Telaga Warna termasuk danau yang cantik yang mempunyai rona pirus yang diakibatkan adanya endapan belerang yang menggelembung di sekeliling tepiannya. Sedangkan Telaga Pengilon merupakan danau jernih yang disebut dalam kata dalam bahasa Jawa untuk 'cermin' sebab memang permukaan airnya yang tenang dan jernih, laksana cermin. Kecuali hutan dan perbukitan yang begitu mempesona di sekelilingnya, danau-danau tersebut pun menjadi tempat bagi wisatawan bisa menjumpai bebek mliwis endemik atau Pacific Black Duck, jenis yang tak begitu lazim di Jawa.

3. Wisata Bukit Sidengkeng (Petak Sembilan) Dieng

Bagi para fotografer, destinasi Wisata Dieng Jawa tengah yang satu ini pasti akan menjadi tempat favorit karena menawarkan panorama terbaik dari dua danau yang disebutkan di atas, dan juga pemandangan luas di sekitarnya, termasuk Gunung Sindoro yang menjulang. Guna menuju lokasi itu, wisatawan mesti berjalan kaki dari kawasan wisata Petak Sembilan (Wana Wisata Petak Sembilan) di antara pohon-pohon akasia yang banyak di wilayah itu. Lama perjalanan diperkirakan memakan waktu kurang-lebih 20 menit.

4. Desa Sembungan Dieng

Kawasan pedesaan yang satu ini diklaim sebagai desa tertinggi di pulau Jawa, dengan ketinggian 2.300 m dpl. Mengingat jarak dari desa selanjutnya yang cukup berjauhan maka masyarakat Sembungan disebut punya logat bahasa, tradisi, dan budaya Jawa yang tak sama dengan desa lain. Dahulu, desa Sembungan dihuni oleh masyarakat dengan kondisi ekonomi yang sangat miskin, hingga di tahun 1980-an orang-orang di sana mulai membudidayakan kentang yang kemudian semakin meningkat sebab letaknya memang tinggi dengan tanah subur. Hasil pertanian kentang pun secara mencolok meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Sekarang Sembungan merupakan sebuah desa yang unik yang tak cuma menawarkan pertunjukan kesenian yang luar biasa namun masyarakatnya pun begitu hangat dan bersahabat menyambut para wisatawan yang datang. Dari desa tersebut, wisatawan pun bisa menikmati Danau Cebongan yang eksotis yang berada persis di tengah desa.

5. Wisata Bukit Sikunir di Dieng

Sebuah bukit yang menawarkan pemandangan spektakuler, membentang melintasi Dieng di timur hingga gunung Merapi dan Merbabu. Untuk mencapai bukit atau puncak Sikunir saat matahari terbit, wisatawan mesti mulai naik dari Lembah Dieng pagi-pagi sekali kira-kira jam 4 pagi. Membutuhkan waktu kira-kira satu jam dengan berjalan kaki menuju desa Sembungan kemudian cuma 30 menit mendaki puncak bukit. Dari sini, wisatawan bisa menyaksikan panorama Gunung Sindoro yang mempesona. Saat terbaik untuk datang ke bukit Sikunir yaitu di musim kemarau, atau persisnya pada bulan Juli s/d Oktober. Sebab di musim kemarau maka keindahan matahari terbit yang ditunggu wisatawan boleh jadi tak akan tertutup oleh ketebalan kabut.



Di samping itu, bongkahan awan pun dapat disaksikan jika tak muncul kabut. Panorama indah tersebut pastinya akan bertambah memanjakan mata pengunjung saat menyaksikan sunrise dan juga gelaran awan yang memukau. Kendati musim kemarau lazimnya memiliki suhu udara yang panas namun di Dataran Tinggi Dieng ini tak berlaku. Malahan suhu udara dapat sampai 0 derajat. Sehingga sangat disarankan para wisatawan yang akan berlibur ke Dieng ketika musim kemarau membawa perlengkapan jaket tebal lengkap dengan sarung tangan dan kaus kaki.

Wisatawan pun akan disambut keindahan lain menjelang sampai di Puncak Sikunir, ialah Telaga Cebong. Telaga tersebut memang benar-benar alami. Kecuali bisa menghirup udara yang cukup segar, wisatawan pun akan dipuaskan dengan hamparan tebing menghijau di sekeliling Puncak Sikunir. Yang cukup menarik, wisatawan boleh memasang tenda agar dapat menginap di sisi Telaga Cebong. Di sini pun buka banyak kedai makanan kecil yang menjual aneka kuliner dan oleh-oleh khas Dieng. Dengan begitu wisatawan yang bermalam tak usah takut akan kelaparan.

6. Wisata ke Museum Dieng Kailasa

Berada di Desa Dieng Kulon, museum yang termasuk dalam tempat wisata di Dieng ini merupakan lokasi dimana wisatawan bisa mendapatkan penjelasan dan peninggalan apa saja terkait sejarah Dieng, mulai dari riwayat, penduduk asli, ragam kebudayaan, kepercayaan, sampai macam-macam tumbuhan dan hewan khas.

Museum Dieng Kaliasa seluas 560 meter persegi dan dibagi dalam dua area. Area pertama didirikan tahun 1984 yang berisi berbagai relik yang berhubungan dengan candi-candi kuno yang berdiri di Dataran Tinggi Dieng. Sementara area kedua didirikan tahun 2008 dengan koleksi yang lebih beragam seperti riwayat Dataran Tinggi Dieng, asal batu untuk candi, sistem keyakinan penduduk asli, mitos, dan sebagainya. Di sini wisatawan pun dapat menjumpai teater yang menceritakan gulungan bersejarah. Museum dibuka dari jam 07:00 sampai 16:00, dengan karcis masuk sebesar Rp. 5.000.

7. Perayaan Budaya Dieng Culture Festival

Diselenggarakan tiap tahun sebagai bentuk festival komunitas. Perayaan tersebut menyuguhkan aneka pementasan seni dan budaya, pameran hasil karya terbaik masyarakat Dieng, dan juga yang sangat menarik adalah pesta ruwatan anak gimbal. Yang disebut terakhir adalah upacara ritual khusus bagi anak-anak masyarakat setempat yang mempunyai rambut gimbal. Anak dengan rambut gimbal diyakini masyarakat setempat punya  filosofi spectral yang memerlukan ritual khusus.

Perayaan tersebut dimulai dengan pelepasan lentera tradisional, pementasan wayang kulit, seni tradisional, pentas budaya, serta pesta kembang api. Menambah semarak festival tersebut adalah pagelaran Festival Film Dieng dan pertunjukan Jazz dengan titel Jazz di atas Awan. Sebagaimana setiap tahun diadakan, puncak dieng culture festival tersebut adalah prosesi mencukur anak-anak berambut gimbal.



Untuk mengikuti paket lengkap tentang acara Dieng Culture Festival anda bisa melihat paket dieng culture festival di situs resminya Langkah Kaki.


Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Saran dan Kritik

Nama

Email *

Pesan *