BqjUHJ4RdlyfGfrxz4CNrTLTJkQdMUdaOtzrTaNW

Mengenal Jenis Sejarah dan Pakaian Adat Betawi


Parawisata - Keindahan pakaian daerah tradisional maupun adat, baik oleh bentuknya maupun warna dan hiasan-hiasannya memang sangat menarik perhatian. Pada prinsipnya, pakaian berguna untuk menutupi atau melindungi bagian tubuh yang rentan terhadap lingkungan sekitar, baik pelindung dari terik maupun dingin yang mencekam.



Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pakaian pun kerap dijadikan sebagai kelengkapan untuk mengetahui status sosial, budaya, dan kondosi wilayah tertentu sehingga lahirlah pakaian daerah, baik adat maupun tradisional yang beragam. Bahkan disatu wilayah saja bisa terdapat beberapa pakaian daerah. Salah satunya pakaian adat Betawi.

Mengenal Ragam Pakaian Adat Betawi Asli


Pakaian adat Betawi merupakan salah satu bagian dari adat yang berada di Indonesia dan meiliki sejarah yang mendalam, representasi sebuah komunitas pada zamannya dan kemajuan sebuah peradaban adalah Pakaian Adat Betawi. Pakaian adat Betawi banyak dipengaruhi oleh dari berbagai bangsa. Itulah sebanya perpaduan kelengkapan pakaian khas Betawi ini tampak unik.



Pakaian adat Jakarta terdiri dari beragam jenis, di antaranya terdapat pakaian sehari-hari, pakaian kebesaan, pakaian ada, pakaian pengantin dan lain-lain. Masing-masing jenis pakaian dilengkapi lagi dengan perhiasannya. Berikut beberapa jenis pakaian adat Betawi yang kamu bisa ketahui.


● Pakaian Adat Betawi Jas Tutup Ujung Serong

Pakaian ini dahulu biasa dipakai oleh demang, dengan jas berkerah tertutup dan celana pantalon berhias rantaikuku macan. Dilengkapi kain batik yang dikenakan sekitar pinggang di mana ujungnya dibuat serong dari kiri ke kanan, diatas lutut dengan model tumpal atau belah ketupat.

Pakaian ini juga dilengkapi dengan aksesoris kuku macan, jam saku rantai, tutup kepala berupa kopiah hitam, dan alas kaki berupa sepatu pantopel. Model pakaian ini sekarang dijadikan pakaian resmipejabat di Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam acara tertentu.


● Pakaian Adat Betawi yang disebut Baju Koko

Pakaian tradisonal Betawi lainnya adalah baju koko atau sadariah atau disebut juga baju gunting Cina. Baju koko khas Betawi biasanya berwarna putih atau warna polos lain tanpa detail corak. Pakaian ini biasanya dikenakan Bersama celana batik berwarna dasar hitam atau putih.

Adapun aksesoris lain yang kerap dipakai adalah selendang batik yang diselempangkan di Pundak, serta peci atau kopiah hitam sebagai penutup kepala.


● Pakaian Abang Jakarta Kas Betawi

Salah satubagian dari pakaian adat Betawi adalah Pakaian Abang Jakarta. Pakaian ini biasa dipakai ole pemuda atau remaja dengan jas berkerah model baju Cina “lokcan”, tutup kepala liskol”, hiasan kuku macan, arloji gantung, pisau raut dan sepatu pantopel.


● Pakai Adat Betawi Baju Kurung dan Kebaya Encim

Pakaian tradisonal khas wanita Betawi di antaranya adalah baju kurung yang dikenakan bersama kain batik model sarung serta dilengkapi kerudung sebagai pengaruh dari bangsa arab dan agama Islam.

Ada pula kebaya encim yang panjang berenda dengan selendang panjang yang menutupi kepala, dan bagian bawahnya mengenakan kain batik corak jelamprang Pekalongan. Baju model encim dan rok Panjang ini memperlihatkan adanya pengaruh kebudayaan Cina.




● Batik Khas Betawi

Sebagai bagian dari baju adat, Betawi juga memiliki batik bercorak khas yang diadaptasi dari batik Lasem, Cirebon dan Pekalongan dengan warna yang mencolok. Motif favorit yang biasa diaplikasikan adalah jelamprang, jamblang, babaran dan kalengan, yaitu berupa segitiga dengan garis panjang lancip bersinggungan dengan ujung segitiga lainnya.

Selain dikenakan sebagai selendang perlengkapan baju adat laki-laki, batik sebagai busana biasa dikenakan perempuan Betawi ketika menghadiri resepsi pernikahan.

Motif batik yang menjadi favorit kaum wanita adalah batik bermotif burung hong serta motif pucuk rebung dengan warna cerah atau tumpal berbentuk gometris seperti segitiga.

Pakaian Adat Betawi Khas Pengantin

Selain pakain adat yang sering dikenakan sehari-hari, masyarakat Betawi memiliki pakaian khas untuk acara pernikahan. Pakaian tradisional pengantin Betawi adalah seperangkat busana dan kelelngkapannya yang dikenakan pada upacara perkawinan adat masyarakat Betawi.

Sebagaimana pakaian adat sehari-hari, pakaian pengantin tradisional Betawi juga merupakan aslimilasi kebudayaan dan mendapat pengaruh dari berbagai kelompok etnis pembentukan masyarakat Betawi, seperti dari bangsa Melayu, Cina, Arab maupun barat.

Dewasa ini, pengaruh dari budaya-budaya tersebut diadaptasikan secara harmonis sehingga terwujud suatu ciri atau identitas pakaian pengantin Betawi yang digunakan secara turun-menurun oleh masyarakat Betawi saat ini. Berikut pakaian adat Jakarta khas pengantin Betawi.


● Pakaian Pengantin Dandanan Care Haji Pengantin Laki-Laki

Pakaian pengantin laki-laki Betawi disebut Pakaian Pengantin Dandanan Care Haji. Disebut demikian karena pakaian pengantin laki-laki khas Betawi yang kerap dikenakan pada acara resepsi pernikahan dipengaruhi oleh budaya Arab (Islam) atau merupakan hasil adaptasi dan modifikasi dari pakaian berhaji.

Pakaian pengantin laki-laki Betawi terdiri atas:

 Penutup kepala berupa sorban yang disebut alpie.
Jubah luar agak longgar dan besar sebagai rangkapan untuk pakaian bagian dalam. Jubah ini biasanya terbuat dari bahan beludru berwarna cerah dengan bagian tengah depan dari leher ke bawah terbuka.
● Pakaian bagian dalam berupa gamis atau kemeja dari kain putih berbahan halus berlengan Panjang (model kurung Panjang) yang terbuka dibagian leher sebatas uluhati. Panjangnya menjuntai hingga kemata kaki, melebihi Panjang jubah bagian luar.
●  Celana Panjang
● Sesuai dengan fungsinya sebagai pakaian kebesaran pengantin, pakaian ini dihias dengan benang emas dan manik-manik yang gemerlapan. Biasanya, pakaian pengantin laki-laki dihiasi sulaman “burung hong”.
● Alas kaki seperti sepatu model pantopel dan memakai kaus kaki.
● Aksesoris tambahan umumnya berupa selempang berhias manik-manik dengan sulaman benang emas yang dikenakan di gamis.


● Pakaian Pengantin Dandanan Care None Pengantin Cine

Berbeda dengan pengantin pria yang dipengaruhi budaya Arab, busana pengantin khas Betawi lebih dipengaruhi budaya Cina. Oleh karena itu, pakaian perempuan Betawi disebut dengan Pakaian Pengantin Dandanan Care None Pengantin Cine atau ada juga yang menyebutnya Rias Besar Dandanan Care None Pengantin Cine.

Pakaian pengantin perempuan Betawi terdiri atas:

● Pakaian bagian atas dikenakan pengantin wanita Betawi mirip pakaian yang biasa dkenakan kaum bangsawan Cina, yaitu berupa blus model Shanghai yang kerahnya menutup rapat leher, dengan motif bunga teratai dibagian dada dan berkancing rapat. Pakaian bagian atas ini berbahan kain satin halus atau kain lame yang berwarna cerah.
● Pakaian bawah berupa rok yang diebut kun. Bentuknya melebar ke bawah dan berwarna gelap. Pakaian bagian bawah ini terlihat mencolok dengan sulaman “burung hong” yang terbuat dari benang emas, manik-manik, dan mute.
● Aksesoris dan hiasan pada bagian keala terdiri atas sanggul buatan yang tidak terlalu besar dengan hiasan kepala bermotif “burung hong” yang disebut kembang goyang. Selain kembang goyang dan sanggul buatan, hiasan dirambut bisa ditambahkan bunga (ronce) melati dan sisir hias.
● Untuk menutupi wajah biasanya dikenakan cadar tranparanyang berhias manik-manik di sepanjang tepian kainnya.
● Untuk mempercantik tampilan pengantin perempuan Betawi sehingga tampak semarak digunakan pula beberapa kasesoris tambahan, seperti perhiasan kalung tebar, gelang listring, dan anting kerabu, serta hiasan dada berupa teratai manik-manik.
● Alas kaki digunakan adalah selop kasut model perahu

Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Saran dan Kritik

Nama

Email *

Pesan *