BqjUHJ4RdlyfGfrxz4CNrTLTJkQdMUdaOtzrTaNW

Jelajah Tempat Wisata Yang Ada Di Aceh


Jelajah Tempat Wisata Yang Ada Di Aceh
Parawisata - Aceh pertama dikenal dengan nama Aceh Darussalam pada tahun (1511-1959), kemudian Daerah Istimewa Aceh pada tahun (1959-2001) dan terakhir disebut Aceh (2009-sekarang), sebelumnya nama Aceh biasa ditulis Acheh, Atjeh dan Achin.

Aceh memiliki banyak julukan, di antaranya “Serambi Mekkah” dan “Negeri Rencong”. Daerah ini juga memiliki julukan lain yang diberikan oleh berbagai pihak, seperti “Lam Muri” dalam sejarah Melayu, “Lambri” dari Marco Polo (penjelajah Venezia), “Achem” dari orang-orang Portugis, dan “Achin” dari orang Belanda.

Tidak hanya sejarah yang kental, provinsi Aceh juga memiliki tempat wisata yang patut untuk dikunjungi. Ingin tahu apa saja tempat wisata sejarah di Aceh.

1.       Masjid Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman merupakan sebuah masjid yang terletak di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang anggun, ukiran yang menarik, serta halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada didalam ruangan masjid tersebut.

Jelajah Tempat Wisata Yang Ada Di Aceh
Masjid kharismatik ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh. Terdapat dua kisah mengenai berdirinya masjid yang menjadi simbol dan kebanggaan masyarakat Aceh ini. Pertama, pendapat yang mengatakan bahwa masjid ini didirikan pada tahun 1292 oleh Sultan Alaudin Mahmd Syah I. kedua, opini yang menyebutkan bahwa Masjid Baiturrahman ini di dirikan pada abad ke-17 pada masa kejayaan Sultan Iskandar Muda. Kedua anggapan itu juga menyebutkan bahwa awal mulanya keadaan Masjid Baiturrahman tersbut pada saat itu sangatlah sederhana, dimana kontruksinya baru berupa kayu dan atap rumbia.

Dengan halaman yang cukup luas dan keadaan masjid yang cukup megah, Masjid Baiturrahman bisa menjadi destinasi wisata religi di Aceh.

2.       Kapal PLTD Apung I

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung I adalah kapal generator listrik milik PT Perusahan Listrik Negara (PLN) di Banda Aceh. Kini, bangkai kapal besar yang tersapu gelombang dhsyat tsunami pada 26 Desember 2004 itu berada di tengah kampung Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya baru, Banda Aceh.

Jelajah Tempat Wisata Yang Ada Di Aceh
Meskipun kapal PLTD Apung I masih bisa operasi, namun kapal sengaja tidak dipindahkan karena sangat sulit untuk memindahkan kapal itu kembali ke laut. Kalaupun bisa, untuk memindahkannya membutuhkan dana yang sangat besar. Untuk itu, sekarang kapal ini dihibahkan untuk menjadi sebuah monument sebagai bukti kedahsyatan tsunami yang melanda Aceh pada Desember 2004.
Ditempat ini tidak hanya bisa memandang kapal dari bawah, namun kamu juga bisa mejelajahi hinga ketiga lantainya. Untuk keatas kapal, kita bisa melalui tangga besi yang ada di lambung kapal. Selain itu, disediakan Menara pandang yang cukup tinggi untuk melihat Kapal PLTD Apung I dari sisi yang berbeda.

3.       Taman Edukasi Tsunami

Tidak jauh dari bangkai kapal ini kita bisa berjalan-jalan ke Taman Edukasi Tsunami, yakni sebuah taman yang dibangun utnuk menunjukkan pembelajaran mengenai tsunami. Taman tersebut sangat sari dengan pepohonan rindang di seluruh bagiannya. Jalan setapak yang dibangun berkelok -kelok membuat taman ini terlihat indah.

Jelajah Tempat Wisata Yang Ada Di Aceh
Taman Edukasi Tsunami ini memberikan banyak informasi mengenai terjadinya peristiwa tsunami di Aceh, catatan tentang sejarah, dan foto-foto korban tsunami di Aceh yang terjadi tahun 2004 silam. Taman ini juga dilengkapi dengan fasilitas rekreasi, termasuk taman bermain, teater terbuka, fasilias punlik dan area duduk untuk para pengunjungnya.

4.       Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh merupakan sebuah museum yang dirancang dan di dirikan sebagai monumen simbolis untuk para korban gempa bumi serta tsunami di Samudra Hindia pada tahun 2004, sekaligus sebagai pusat Pendidikan dan tempat perlindungan darurat di Aceh.

Museum Tsunami Aceh dirancang oleh M. Ridwan Kamil, arsitek yang kemudian menjabat menjadi Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat. Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m2 yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Di dalamnya, pengunjung masuk melalui Lorong sempit dan gelap di antara  dua dinding air terjun tinggi yang terkadang memercik pelan dan kadang bergemuruh kencang di kedua sisinya. Lorong ini tampaknya dibuat untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami terjadi.

Jelajah Tempat Wisata Yang Ada Di Aceh
Berlokasi di Jalan Iskandar Muda, Banda Aceh. Bangunan museum ini cukup unik karena apabila dipandang dari jarak jauh menyerupai kapal laut dengan cerobongnya. Dari atas, atapnya membentuk gelombang laut. Lantai bawahnya di rancang persis  seperti rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan gelombang tsunami.

Museum ini diresmikan pada Februari 2008. Tujuan dari pembangunan museum ini selain untuk mengingat gempa bumi yang mengakibatkan gelombang tsunami di tahun 2004 juga serta menjadi sebagai pusat Pendidikan dan sebagai pusat evakuasi.

5.       Benteng Indra Patra

Sebuah benteng peninggalan kerajaan Hindu pertama di Aceh masih dapat kita lihat hingga saat ini dekat pantai Ujong Batee, Desa Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Benteng ini terletak di Teluk Krueng Raya yang berdekatan dengan Benteng Inong Balee yang berada di daerah perbukitan di seberangnya.

Jelajah Tempat Wisata Yang Ada Di Aceh
Banteng Indra  Patra adalah terbagi dari tiga benteng dalam Trail Aceh Lhee Sagoe, yaitu wilayah yang mengaitkan tiga peninggalan zaman Hindu-Budha di Aceh. Apabila ketiganya di hubungkan (Indrapatra, Indrapuri, dan Indrapurwa) maka akan membentuk segitiga. Inilah yang disebut Trail Aceh Lhee Sagoe.

Ada empat buah banteng yang dapat kita amati di sini, tetapi hanya dua banteng saja yang masih bagus, dua banteng lainnya hanya berupa reruntuhan. Tiga buah banteng membentuk rangkaian segitiga seakan melindungi Teluk Krueng Raya dari armada asing yang ingin memasuki wilayah Kerajaan Aceh dahulu kala.

Rancangan bangunan banteng ini terlihat istimewa dan canggih sesuai pada masanya karena untuk mencapai bagian dalam banteng maka kita harus memanjat terlih dahulu.

6.       Tugu Nol Kilometer

Tugu Nol Kilometer Indonesia terletak di ujung barat laut Pulau Weh, tempatnya dikawasan hutan Wisata di Gampong Iboih, sekitar26 km dari Kota Sabang. Tugu Nol Kilometer diresmikan pada tahun 1997 oleh wakil Presiden Republik Indonesia waktu itu, Try Sutrisno.

Jelajah Tempat Wisata Yang Ada Di Aceh
Tugu Nol Kilometer atau kerap disebut sebagai Monumen Kilometer Nol adalah sebuah penanda geografis yang unik di Indonesia. Hal ini berkaitan perannya sebagai simbol perekat Nusantara dari Sabang di Aceh sampai Marauke di Papua.

Di kawasan Monumen Kilometer Nol, banyak terdapat monyet berlarian di atas permukaan jalan. Mereka bermain di tepi hutan di atas batu karang yang menukik curam ke laut lepas. Tak hanya monyet, seekor babi hutan dan rusa sudah menjadi “tuan rumah” di Kawasan ini. Masyarakat setempat memanggilnya “Bro”. babi rusa ini begitu jinak dan kerap mengharapkan kemurahan hati dari pengunjung yang dating agar melemparkan makanan.



Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Saran dan Kritik

Nama

Email *

Pesan *